Batuan Sedimen (2)

2.1. Struktur Sedimen

Struktur sedimen termasuk ke dalam struktur primer yaitu struktur yang terbentuk pada saat pembentukan batuan (pada saat sedimentasi). Struktur sedimen dapat dibagi menjadi 4 yaitu (tabel 2.10) : Struktur Sedimen Pengendapan, Struktur Sedimen Erosional, Struktur Sedimen Pasca Pengendapan dan Struktur Sedimen Biogenik.

2.1.2. Struktur Sedimen Pengendapan (Depositional Sedimentary Strucures)

Adalah struktur sedimen yang terjadi pada saat pengendapan batuan sedimen. Contoh (Gambar 1 & 2) :

  • Perlapisan/Laminasi
    Perlapisan adalah bidang kesamaan waktu yang dapat ditunjukan oleh perbedaan besar butir atau warna dari bahan penyusunnya. Disebut perlapisan bila tebalnya >1 cm dan laminasi bila tebalnya <1 cm.
    Macam-macam perlapisan/laminasi :

    • Perlapisan/laminasi sejajar (Paralel Bedding/Lamination) : bentuk lapisan/ laminasi batuan yang tersusun secara horisontal dan saling sejajar satu dengan yang lainnya.
    • Perlapisan/laminasi silang siur (Cross Bedding/Lamination) : bentuk lapisan/ laminasi yang terpotong pada bagian atasnya oleh lapisan/laminasi berikutnya dengan sudut yang berlainan dalam satu satuan perlapisan.
    • Perlapisan bersusun (Graded Bedding) : perlapisan batuan yang dibentuk oleh gradasi butir yang makin halus ke arah atas (normal graded bedding) atau gradasi butir yang makin kasar ke arah atas (reverse graded bedding). Normal graded bedding dapat dipakai untuk menentukan top atau bottom lapisan batuan.
  • Gelembur gelombang (current ripple) : bentuk permukaan perlapisan bergelombang karena adanya arus sedimentasi.
  • Mud crack : bentuk retakan poligonal pada permukaan lapisan lumpur (mud).
  • Rain mark : kenampakan pada permukaan sedimen karena tetesan air hujan.
  • Contoh lain : Current Ripples, Dunes, Cross-Stratification, Antidunes and Antidune Bedding, Wave formed Ripples and Cross-Lamination, Hummocky Cross-Stratification, Wind-Ripples, Dunes, Draas and Aeolian Cross-Bedding, dll.

Tabel 2.1 Macam-macam Struktur primer batuan sedimen.

Tabel 2.1 Macam-macam Struktur primer batuan sedimen

Tabel 2.1 Macam-macam Struktur primer batuan sedimen

2.1.2.2. Struktur Sedimen Erosional (Erosional Sedimentary Strucures)

Adalah struktur sedimen yang terjadi akibat proses erosi pada saat pengendapan batuan sedimen. Contoh (Gambar 3) :

  • Flute cast : struktur sedimen berbentuk seruling dan terdapat pada dasar suatu lapisan, dapat dipakai untuk menentukan arus purba.
  • Groove Marks, Gutter Cast, Impack Marks, Channels and Scours, dll

2.1.2.3. Struktur Sedimen Pasca Pengendapan (Post-Depositional Sedimentary Strucures)

Adalah struktur sedimen yang terjadi setelah pengendapan batuan sedimen. Contoh (Gambar 5) :

  • Load cast : struktur sedimen terbentuk pada permukaan lapisan akibat pengaruh beban sedimen di atasnya.
  • Convolute Bedding: bentuk liukan pada batuan sedimen akibat proses deformasi.
  • Sandstone dike : lapisan pasir yang terinjeksikan pada lapisan sedimen di atasnya akibat proses deformasi.
  • Contoh lain : Ball-and-Pillow Structures, Dish-and-Pillar Structure, Stylolites, dll.

2.1.2.4. Struktur Sedimen Biogenik (Biogenic Sedimentary Strucures)

Adalah struktur sedimen yang terjadi akibat proses biogenik/organisme. Contoh (Gambar 4) :

  • Fosil Jejak (Trace Fossils) :
    • Tracks (jejak berupa tapak organisme)
    • Trails (jejak berupa seretan bagian tubuh organisme)
    • Burrows (lubang atau bahan galian hasil aktivitas organisme)
    • Mold : cetakan bagian tubuh organisme
    • Cast : cetakan dari mold
    • Resting, Crawling and Grazing Traces Dwelling, Feeding and Escape Burrows
  • Boring : lubang akibat aktivitas pengeboran organisme pada lapisan batuan (batuan relatif lebih keras dibandingkan pada burrows).
Gambar 1. Cross bedding : a. tabular set, b. wedge set, c. trough set, d. hummocky cross bedding.

Gambar 1. Cross bedding : a. tabular set, b. wedge set, c. trough set, d. hummocky cross bedding.

Gambar 2. Ripple structures : a. linguoid curret ripples, b. transverse curret ripples, c. oscilation (wave) ripples, d. ripple-drift bed.

Gambar 2. Ripple structures : a. linguoid curret ripples, b. transverse curret ripples, c. oscilation (wave) ripples, d. ripple-drift bed.

Gambar 3. Casts pada bagian bawah lapisan : a. pointed flute casts, b. bulbous flute casts, c. groove casts, d. penampang flute mark, e. penampang impact mark.

Gambar 3. Casts pada bagian bawah lapisan : a. pointed flute casts, b. bulbous flute casts, c. groove casts, d. penampang flute mark, e. penampang impact mark.

Gambar 5. Hubungan trace fosil terhadap fasies sedimen dan zona kedalaman di lautan.

Gambar 4. Hubungan trace fosil terhadap fasies sedimen dan zona kedalaman di lautan.

Struktur sedimen dapat digunakan untuk menentukan top dan bottom suatu lapisan sedimen, arah arus purba dan menginterpretasikan lingkungan pengendapan (gambar 5).

Gambar 5. Struktur sedimen yang digunakan untuk penentuan top dan bottom.

Gambar 5. Struktur sedimen yang digunakan untuk penentuan top dan bottom.

2.1.3. Klasifikasi Batuan Sedimen Klastik

Batuan sedimen klastik berdasarkan ukuran besar butirnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu

  • Batuan sedimen detritus (klastik) halus, terdiri dari batulempung, batulanau dan serpih.
  • Batuan sedimen detritus (klastik) kasar, terdiri dari batupasir, konglomerat dan breksi.

2.1.3.1. Batupasir

  • Tekstur batupasir : ukuran butiran (pasir 0.125 – 2.00 mm), bentuk butiran (menyudut, membundar, dll.), sorting, kemas butiran (mencakup orientasi, grain packing, grain contact, hubungan butiran dan matriks), textural maturity, porositas, permeabilitas, struktur sedimen.
  • Textural maturity :
    • Texturally immature sediment : matriks dominan, sortasi buruk, butiran menyudut.
    • Texturally mature sediment : matriks sedikit,, sortasi sedang-baik, butiran membundar tanggung-membundar.
  • Komposisi : butiran (fragmen batuan/litik, kuarsa, felspar, dan mineral-mineral lainnya), matrik dan semen.
  • Klasifikasi batupasir
    Parameter : butiran (stabil dan tak stabil) : kuarsa, felspar, fragmen litik
    matriks lempung (hasil rombakan atau alterasi batuan)
    batupasir arenite : bila kehadiran matriks lempung <15%
    batupasir wacke : bila kehadiran matriks lempung >15%Pembagian secara umum (Gilbert, 1982; Pettjohn, 1987; dan Folk, 1974) : batupasir kuarsa, batupasir arkose, batupasir litik, batupasir greywacke (Gambar 6 s.d. 8).
Gambar 6. Klasifikasi batupasir (Gilbert, 1982).

Gambar 6. Klasifikasi batupasir (Gilbert, 1982).

Gambar 7. Klasifikasi batupasir (Pettijohn, 1987).

Gambar 7. Klasifikasi batupasir (Pettijohn, 1987).

2.1.3.2. Konglomerat dan Breksi

Kenampakan yang penting untuk mendiskripsi batuan ini adalah jenis klastik yang hadir dan tekstur batuan tersebut. Berdasarkan asal-usul klastik penyusun konglomerat dan breksi :

  • Klastik intraformasi, berasal dari dalam cekungan pengendapan, banyak fragmen mudrock atau batugamping mikritik yang dilepaskan oleh erosi atau pengawetan sepanjang garis pantai.
  • Klastik ekstraformasi, berasal dari luar cekungan pengendapan dan lebih tua dari pada sedimen yang melingkupi cekungan tsb.

Jenis konglomerat berdasarkan macam klastik :

  • Konglomerat polimiktik : terdiri dari bermacam-macam jenis klastik yang berbeda.
  • Konglomerat monomitik/oligomiktik : terdiri dari satu jenis klastik.

Konglomerat berdasarkan litologi fragmen (clast) dan jenis kemas (fabric support) dapat diklasifikasikan menjadi 4 yaitu (Gambar 28) : igneous-clast conglomerates, sedimentary-clast conglomerates, metamorphic-clast conglomerates dan polymict conglomerates.

Gambar 8. Klasifikasi konglomerat (Boggs, 1992).

Gambar 8. Klasifikasi konglomerat (Boggs, 1992).

Untuk interpretasi mekanisme pengendapan konglomerat harus dideskripsikan teksturnya (apakah teksturnya clast-supported conglomerates atau matrix-supported conglomerates), bentuk, ukuran dan orientasi fragmen batuan, ketebalan dan geometri lapisan dan struktur sedimen.

Konglomerat dan breksi terutama diendapkan pada lingkungan glasial, alivial fan dan braided stream. Konglomerat yang re-sedimen diendapkan dalam lingkungan deep water biasanya berasosiasi dengan turbidit.

2.1.3.3. Mudrock

Mudrock adalah istilah umum untuk batuan sedimen yang disusun terutama oleh partikel berukuran lanau-lempung, mineral lain mungkin juga hadir. Mudrock diendapkan terutama dalam lingkungan river floodplain, lake, low energy shoreline, delta, outer marine shelf dan deep ocean basin. Untuk klasifikasi batuan sedimen klastik selain mengunakan klasifikasi besar butir menurut Wentworth, juga dapat menggunakan klasifikasi berdasarkan komposisi atau besar butir dari penyusun batuan sedimen yang sudah ditentukan lebih dahulu (gambar 9).

Gambar 9. Klasifikasi batuan sedimen klastik berbutir halus (Picard, 1971).

Gambar 9. Klasifikasi batuan sedimen klastik berbutir halus (Picard, 1971).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s