Batuan Sedimen (1)

1. Pendahuluan

Batuan sedimen adalah batuan hasil pengendapan baik yang berasal dari hasil sedimentasi mekanis (hasil rombakan batuan asal), sedimentasi kimiawi (hasil penguapan larutan) maupun sedimentasi organik (hasil akumulasi organik). Batuan sedimen hasil sedimentasi mekanis terbentuk dalam suatu siklus sedimentasi yang meliputi pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi dan diagenesa. Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupun kimia. Proses erosi dan transportasi terutama dilakukan oleh media air, angin atau es.

2. Klasifikasi Batuan Sedimen

Batuan sedimen sangat banyak jenisnya dan tersebar sangat luas (± 75% dari luas permukaan bumi) dengan ketebalan beberapa centimeter sampai beberapa kilometer. Berdasarkan proses pembentukan, batuan sedimen dapat dikelompokan menjadi 5 yaitu : Batuan Sedimen Detritus (Klastik), Batuan Sedimen Karbonat, Batuan Sedimen Evaporit, Batuan Sedimen Batubara, dan Batuan Sedimen Silika (Gambar 1).

Gambar 1. Golongan batuan sedimen utama serta proses-proses pembentukannya (Koesoemadinata, 1985).

Gambar 1. Golongan batuan sedimen utama serta proses-proses pembentukannya (Koesoemadinata, 1985).

2.1. Batuan Sedimen Klastik

Batuan sedimen klastik terbentuk oleh proses sedimentasi mekanis.
Komponen pembentuk batuan sedimen klastik (Gambar 2) :

  • Butiran (grain) : butiran klastik yang tertransport yang berupa mineral, fosil atau fragmen batuan (litik).
  • Masa dasar (matrix) : berukuran lebih halus dari butiran (< 1/16 mm) dan diendapkan bersama-sama dengan butiran.
  • Semen (cement) : material berukuran halus yang mengikat butiran dan matrik, diendapkan setelah fragmen dan matrik, contoh : semen karbonat, silika, oksida besi, lempung, dll.
Gambar 2. Komponen pembentuk batuan sedimen klastik : butiran (clasts), masa dasar (matrix), dan semen (semen oksida besi berwarna coklat kemerahan)

Gambar 2. Komponen pembentuk batuan sedimen klastik : butiran (clasts), masa dasar (matrix), dan semen (semen oksida besi berwarna coklat kemerahan)

2.1.1. Tekstur Batuan Sedimen Klastik

Tekstur batuan sedimen adalah segala kenampakan yang menyangkut butir sedimen seperti besar butir, kebundaran, pemilahan dan kemas. Tekstur batuan sedimen mempunyai arti penting karena mencerminkan proses yang telah dialami batuan tersebut (terutama proses transportasi dan pengendapanannya) dan dapat digunakan untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan batuan sedimen.

Besar Butir (Grain Size)
Besar Butir adalah ukuran/diameter butiran, yang merupakan unsur utama dari batuan sedimen klastik, yang berhubungan dengan tingkat energi pada saat transportasi dan pengendapan. Klasifikasi besar butir menggunakan skala Wentworth (Tabel 1)

Besar butir ditentukan oleh :

  • Jenis pelapukan : pelapukan kimiawi (butiran halus),  pelapukan mekanis (butiran kasar)
  • Jenis transportasi
  • Waktu/jarak transportasi
  • Resistensi

Tabel 1. Klasifikasi besar butir

Tabel 1. Klasifikasi besar butir

Tabel 1. Klasifikasi besar butir

Pemilahan (sorting)

Pemilahan (sorting) adalah derajat keseragaman besar butir. Istilah yang dipakai dalam pemilahan adalah terpilah sangat baik, terpilah baik, terpilah sedang, terpilah buruk dan terpilah sangat buruk (Gambar 3).

Gambar 3. Pemilahan dan tingkat penamaan keseragaman butir.

Gambar 3. Pemilahan dan tingkat penamaan keseragaman butir

Kebundaran (Roundness)
Kebundaran (roundness) adalah tingkat kebundaran atau ketajaman sudut butir, yang mencerminkan tingkat abrasi selama transportasi. Kebundaran dipengaruhi oleh komposisi butir, besar butir, jenis transportasi, jarak transportasi dan resistensi butir. Istilah yang dipakai dalam kebundaran adalah very angular (sangat menyudut), angular (menyudut), sub angular (menyudut tanggung), sub rounded (membundar tanggung), rounded (membundar) dan well rounded (sangat membundar) (Gambar 4).

Gambar 4. Tingkat kebundaran butir

Gambar 4. Tingkat kebundaran butir

Kemas (fabric)

Kemas (fabric) adalah sifat hubungan antar butir di dalam suatu masa dasar atau diantara semennya, sebagai fungsi orientasi butir dan packing. Kemas secara umum dapat memberikan gambaran tentang arah aliran dalam sedimentasi serta keadaan porositas dan permeabilitas batuan. Istilah yang dipakai adalah kemas terbuka (bila butiran tidak saling bersentuhan) dan kemas tertutup (bila butiran saling bersentuhan). Jenis-jenis kontak antar butir (Gambar 5) :

Gambar 5. Jenis-jenis kontak antar butir

Gambar 5. Jenis-jenis kontak antar butir

Porositas

Porositas adalah perbandingan antara volume rongga dengan volume total batuan (dinyatakan dalam persen). Porositas dapat diuji dengan meneteskan cairan (air) ke dalam batuan. Istilah yang dipakai adalah porositas baik (batuan menyerap air), porositas sedang (di antara baik-buruk), dan porositas buruk (batuan tidak menyerap air). Jenis-jenis porositas : intergranular, microporosity, dissolution dan fracture (Gambar 6).

Gambar 6. Jenis-jenis porositas

Gambar 6. Jenis-jenis porositas

Warna

Warna pada batuan sedimen mempunyai arti yang penting karena mencerminkan komposisi butiran penyusun batuan sedimen dan dapat digunakan untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan. Warna batuan merah menunjukan lingkungan oksidasi,sedangkan warna batuan hitam atau gelap menunjukan lingkungan reduksi. Secara umum warna pada batuan sedimen dipengaruhi oleh :

  • Warna mineral pembentuk batuan sedimen, contoh : bila mineral pembentuk batuan sedimen didominasi oleh kuarsa maka batuan akan berwarna putih (misal batupasir quartz arenite).
  • Warna matrik atau semen, contoh : bila matriks/semen mengandung oksida besi, maka batuan akan berwarna coklat kemerahan.
  • Warna material yang meyelubungi (coating material), contoh : batupasir kuarsa yang diselubungi oleh glaukonit akan berwarna hijau
  • Derajat kehalusan butir penyusunnya, contoh : pada batuan dengan komposisi sama jika makin halus ukuran butir maka warnanya akan cenderung lebih gelap.

Kekompakan

Kekompakan adalah sifat fisik dari batuan. Beberapa istilah yang dipakai dalam kekompakan batuan adalah :

  • Dense : sangat padat
  • Hard : keras dan padat
  • Medium hard : agak keras tetapi masih dapat digores dengan jarum baja
  • Soft : lunak, mudah tergores dan dipecahkan.
  • Friable : keras tetapi dapat diremas dengan tangan
  • Spongy : berongga

Sumber : Diktat Praktikum GEODAS-Tim Asisten Lab. Geofisika Unhas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s